Analisa Kejadian Bencana di Jawa Timur Data 2025 - 18 April 2026
Dashboard Statistik Bencana
Jawa Timur 2025–2026
Analisis komprehensif 6.663 kejadian bencana · Periode: 1 Januari 2025 — 18 April 2026
① Distribusi Jenis Bencana
METODOLOGI: Penghitungan frekuensi absolut dan relatif (%) per tipe kejadian · n=6.663
Proporsi Jenis Bencana (Donut)
Persentase setiap jenis bencana dari total 6.663 kejadian
Ranking Frekuensi Bencana (Bar)
Jumlah kejadian absolut per jenis bencana · diurutkan descending
📐 Metode Perhitungan — Distribusi Frekuensi
- Klasifikasi: Setiap record dikodekan ke 17 kategori utama (normalisasi tipe serupa, mis.
Kebakaran Lahan→Kebakaran) - Penghitungan:
f(i) = jumlah kejadian tipe-i, kemudian%i = f(i)/6663 × 100 - Gempa Bumi mendominasi 42.7% karena aktivitas seismik zona selatan Jawa (subduksi Lempeng Indo-Australia)
- Tanah Longsor 16.9% dipicu hujan intensitas tinggi pada lereng tanah vulkanik yang rentan
② Tren Temporal — Analisis Bulanan
METODOLOGI: Agregasi time-series per bulan · deteksi pola seasonal · Jan 2025 — Apr 2026
Total Kejadian Bencana Per Bulan (Jan 2025 — Apr 2026)
Area chart dengan breakdown per jenis bencana dominan · garis trend menunjukkan pola seasonal
Distribusi per Jam Kejadian
Pola waktu harian: kapan bencana paling sering terjadi?
Perbandingan Bulanan 2025 vs 2026
Grouped bar: Jan–Apr perbandingan antar tahun
📐 Metode Analisis Temporal
- Agregasi Bulanan:
count_month(m) = Σ kejadian pada bulan-m - Seasonality: Maret–April & November–Januari = puncak (musim hujan + gempa aktif)
- Jam Puncak: 14.00–17.00 WIB = puncak angin kencang (konvektif sore); 01.00–05.00 = gempa dini hari
- Trend 2025→2026: Peningkatan 7.3% pada periode Jan–Apr menunjukkan eskalasi aktivitas seismik
③ Analisis Per Kabupaten/Kota
METODOLOGI: Frequency ranking + komposisi bencana per lokasi · Risk Scoring Index
Total Kejadian per Kabupaten/Kota (Top 25)
Horizontal bar chart — diurutkan dari tertinggi · warna menunjukkan tingkat risiko
Tabel Lengkap: Komposisi Bencana Per Kabupaten/Kota
Semua 38 kabupaten/kota · disortir total kejadian · dengan Risk Index & Profil Dominan
| # | Kabupaten / Kota | Total | Gempa | Longsor | Banjir | Angin | Kebakaran | Lainnya | Dominan | Risk |
|---|
📐 Metode Risk Scoring Index (RSI)
- Hitung frekuensi total per lokasi:
F_loc = Σ kejadian di lokasi tersebut - Hitung diversitas bencana (jumlah jenis unik):
D_loc - Identifikasi bencana dominan dan proporsinya:
P_dom = f_dom / F_loc - RSI =
(F_loc/max_F) × 0.5 + (D_loc/max_D) × 0.3 + (1-P_dom) × 0.2 - Klasifikasi: RSI ≥0.7 = KRITIS | 0.5–0.7 = TINGGI | 0.3–0.5 = SEDANG | <0.3 = RENDAH
④ Profil Komposisi Bencana — Stacked Chart
METODOLOGI: Stacked bar normalized 100% untuk membandingkan profil antar lokasi
Komposisi Bencana per Lokasi (Stacked Bar, Top 20)
Setiap segmen menunjukkan proporsi jenis bencana — memudahkan identifikasi karakter bencana lokal
Radar: Profil Multi-Bencana Top 8 Lokasi
Spider chart — semakin besar area = semakin beragam dan sering bencana
⑤ Heatmap Temporal — Pola Bulanan per Lokasi
METODOLOGI: Matrix heatmap lokasi × bulan · intensitas warna = frekuensi kejadian
Heatmap: Top 15 Lokasi × 16 Bulan (Jan 2025 — Apr 2026)
Warna merah pekat = kejadian tinggi · Biru = rendah · Identifikasi kluster temporal-spasial
📐 Cara Membaca Heatmap
- Sumbu Y = Kabupaten/Kota, sumbu X = Bulan
- Warna:
merah tua=≥30 kejadian,oranye=15–29,kuning=6–14,hijau gelap=1–5,abu=0 - Kolom dominan merah → bulan tersebut = puncak bencana di seluruh wilayah
- Baris dominan merah → lokasi tersebut = konsisten tinggi sepanjang tahun
⑥ Deep Dive: Gempa Bumi (2.847 Kejadian)
METODOLOGI: Analisis cluster seismik per zona · frekuensi relatif · distribusi temporal
Episentrum Gempa — Top 15 Kabupaten
Frekuensi gempa per lokasi episentrum
Distribusi Gempa per Bulan
Aktifitas seismik sepanjang waktu — identifikasi periode aktif
⑦ Rekomendasi Mitigasi — Per Lokasi & Jenis Bencana
BERBASIS DATA: Prioritas berdasarkan RSI · frekuensi · pola temporal · jenis dominan
⑧ Ringkasan Analisis & Temuan Kunci
SYNTHESIS: Kesimpulan dari semua dimensi analisis
🏆 Top 5 Temuan Kunci
Insight utama berbasis 6.663 data kejadian bencana
📊 Statistik Deskriptif Lengkap
Parameter statistik kunci dari dataset 6.663 kejadian
| Rata-rata/hari | 13.8 kejadian |
| Rata-rata/bulan | 416.4 kejadian |
| Bulan Tertinggi | Januari 2025 (521) |
| Bulan Terendah | September 2025 (267) |
| Lokasi Terparah | Pacitan (1.187) |
| Bencana Dominan | Gempa (42.7%) |
| Jam Puncak | 14.00–17.00 WIB |
| Diversity Index | 17 jenis bencana |
| Indeks Konsentrasi | HHI = 0.287 (terkonsentrasi) |
| Korelasi Hujan–Longsor | r = +0.78 (kuat) |
No comments