Materi : Berpikir Komputasional SMK DKV
Soal Ujian Materi Berpikir Komputasional:
https://forms.gle/nTYa9JtBUj6MDrCD6
Materi :
Materi Berpikir Komputasional (Computational Thinking) untuk siswa DKV (Desain Komunikasi Visual) sangatlah menarik karena metode ini sebenarnya adalah fondasi dalam memecahkan masalah desain yang kompleks secara sistematis.
Berikut adalah draf materi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak DKV:
Bab: Berpikir Komputasional (Computational Thinking)
Mata Pelajaran: Koding dan Kecerdasan Artifisial
Sasaran: Kelas X SMK - Desain Komunikasi Visual (DKV)
1. Apa itu Berpikir Komputasional?
Berpikir Komputasional (BK) bukan berarti kamu harus berpikir seperti robot atau komputer. Sebaliknya, BK adalah metode pemecahan masalah dengan cara menguraikan masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola, sehingga solusi yang ditemukan bisa diterapkan oleh manusia maupun komputer.
Dalam dunia DKV, BK membantu desainer memahami brief klien yang rumit dan mengubahnya menjadi karya visual yang efektif.
2. Empat Pilar Berpikir Komputasional
Ada empat tahapan utama yang harus dipahami:
A. Dekomposisi (Decomposition)
Memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang lebih sederhana.
Contoh DKV: Saat mendapat proyek "Membuat Identitas Brand", kamu memecahnya menjadi: riset warna, pembuatan logo, pemilihan tipografi, dan desain kartu nama.
B. Pengenalan Pola (Pattern Recognition)
Mencari kesamaan atau pola dalam masalah yang pernah dihadapi sebelumnya.
Contoh DKV: Kamu menyadari bahwa desain untuk target audiens "Anak Muda" biasanya menggunakan warna-warna cerah dan font yang dinamis. Pola ini membantu mempercepat proses kreatif.
C. Abstraksi (Abstraction)
Menghilangkan detail yang tidak relevan dan fokus pada informasi yang penting saja.
Contoh DKV: Saat membuat ikon atau piktogram. Kamu tidak perlu menggambar pohon secara detail dengan setiap helai daunnya; cukup bentuk dasar yang melambangkan "pohon".
D. Algoritma (Algorithms)
Menyusun langkah-langkah logis secara berurutan untuk menyelesaikan masalah.
Contoh DKV: Workflow pengerjaan desain, mulai dari: Sketsa kasar $\rightarrow$ Digitalisasi $\rightarrow$ Pewarnaan $\rightarrow$ Revisi $\rightarrow$ Final Export.
3. Implementasi BK dalam Desain & AI
Bagaimana hubungan antara cara berpikir ini dengan Koding dan AI?
| Pilar BK | Penerapan dalam Koding/AI | Penerapan dalam DKV |
| Dekomposisi | Membagi fitur aplikasi menjadi fungsi-fungsi kecil. | Membagi aset visual menjadi layer-layer (latar, objek, teks). |
| Pengenalan Pola | AI mengenali wajah berdasarkan pola mata, hidung, dan mulut. | Desainer menggunakan Grid System yang konsisten di setiap halaman majalah. |
| Abstraksi | Menggunakan variabel untuk mewakili data yang kompleks. | Menggunakan Moodboard untuk menangkap esensi perasaan tanpa harus menggambar produk final. |
| Algoritma | Membuat perintah "Jika tombol ditekan, maka warna berubah". | Membuat panduan gaya (Brand Guideline) agar orang lain bisa memproduksi desain yang sama. |
4. Aktivitas Praktis (Latihan)
Tantangan: "Desainer vs Robot"
Masalah: Buatlah instruksi (algoritma) bagi seseorang (atau AI) untuk menggambar sebuah "Logo Minimalis Rumah".
Aturan: Kamu tidak boleh menggambar langsung. Kamu hanya boleh memberikan instruksi langkah demi langkah (misal: "Buatlah persegi di tengah", "Tambahkan segitiga di atas persegi tersebut").
Refleksi: Jika instruksimu tidak jelas, hasil gambarnya akan berantakan. Inilah inti dari koding dan kaitan eratnya dengan logika berpikir seorang desainer.
5. Kesimpulan
Berpikir Komputasional adalah "senjata" bagi desainer masa depan. Dengan menguasai BK, kamu tidak hanya mahir menggambar, tetapi juga mahir menganalisis masalah dan membangun sistem desain yang bisa diintegrasikan dengan teknologi AI terbaru.
Apakah kamu ingin saya membuatkan contoh koding sederhana (misalnya menggunakan Python atau JavaScript) yang menerapkan logika desain di atas?

No comments