Kabar Terkini

Pelajaran SPAB Mitigasi Erupsi

 


Surat Al-Hashr Ayat 21 dan Terjemahannya

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
Terjemahan: "Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir."

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai kaitan erupsi gunung dengan ayat tersebut. Ulasan ini juga memuat terjemahan per kata serta kisah konteks penyampaian (tujuan Pelajaran) ayat berdasarkan Tafsir Al-Qurthubi.

 1. Terjemahan Per Kata (Mufrodat)
| No. | Teks Arab | Transliterasi | Terjemahan Per Kata |
| --- | --- | --- | --- |
| 1. | لَوْ | Lau | Sekiranya / Jikalau |
| 2. | أَنْزَلْنَا | Anzalnā | Kami turunkan |
| 3. | هَذَا | Hādzā | ini |
| 4. | الْقُرْآنَ | Al-Qur'āna | Al-Qur'an |
| 5. | عَلَى | 'Alā | kepada / di atas |
| 6. | جَبَلٍ | Jabalin | sebuah gunung |
| 7. | لَرَأَيْتَهُ | Lara'aitahū | pasti kamu akan melihatnya |
| 8. | خَاشِعًا | Khāshi'an | tunduk / merendahkan diri |
| 9. | مُتَصَدِّعًا | Mutashaddi'an | terbelah / pecah-belah |
| 10. | مِنْ | Min | dari / disebabkan |
| 11. | خَشْيَةِ | Khasyyati | takut |
| 12. | اللَّهِ | Allāh | Allah |
| 13. | وَتِلْكَ | Wa tilka | Dan perumpamaan / demikianlah |
| 14. | الْأَمْثَالُ | Al-amtsālu | perumpamaan-perumpamaan itu |
| 15. | نَضْرِبُهَا | Nadhribuhā | Kami buat / Kami jelaskan ia |
| 16. | لِلنَّاسِ | Lin-nāsi | untuk manusia |
| 17. | لَعَلَّهُمْ | La'allahum | agar mereka |
| 18. | يَتَفَكَّرُونَ | Yatafakkarūn | berpikir / merenungkannya |

 2. Korelasi Erupsi Gunung dengan Makna Mutasaddi'an

Ketika gunung berapi meletus, tekanan magma yang sangat kuat dari dalam perut bumi menyebabkan tubuh gunung bergetar hebat. Fisik gunung tersebut kemudian mulai retak-retak, terbelah, runtuh, dan memuntahkan isinya.

Pemandangan fisik gunung yang retak dan terbelah inilah yang dalam bahasa Al-Qur'an disebut sebagai Mutasaddi'an (متصدعاً). Imam Al-Qurthubi menjelaskan makna dua kosakata penting di ayat ini secara mendalam.
Makna Khashi'an (خاشعاً) adalah Adz-Dzalil (الذَّلِيلُ), yang artinya tunduk atau merendahkan diri. Sedangkan makna Mutasaddi'an (متصدعاً) adalah Al-Mutashaqqiq (الْمُتَشَقِّقُ), yang berarti terbelah, retak, atau pecah.

Secara sunnatullah, gunung diciptakan oleh Allah sebagai pasak yang sangat kokoh. Tujuannya adalah untuk menstabilkan bumi agar tidak berguncang (an tamida bikum).
Namun, Imam Al-Qurthubi memaparkan sebuah fakta di balik sifat fisik gunung yang sangat keras dan berat. Gunung itu akan langsung hancur dan terbelah jika sekiranya dibebani akal lalu diturunkan kepadanya Al-Qur'an karena saking takutnya kepada Allah.

Erupsi gunung yang kita saksikan hari ini di Indonesia adalah visualisasi nyata dari sifat rapuhnya materi bumi. Ini adalah bukti betapa lemahnya materi bumi di hadapan kekuatan penciptaan Allah.
Jika tekanan tektonik dan magmatik saja sanggup membelah gunung (tasaddu'), maka kekuatan spiritual dari Al-Qur'an jauh lebih dahsyat dari itu. Hal ini akan terjadi sekiranya gunung tersebut mampu memahami Kalamullah.

 3. Kisah dan Kaitan tujuan Pelajaran (Konteks Turunnya Ayat)

Imam Al-Qurthubi tidak menyebutkan satu sebab turunnya ayat (asbabun nuzul) yang bersifat personal-kronologis khusus. Beliau justru memaparkan tiga dimensi tujuan tujuan pembicaraan (Pelajaran) yang menjadi latar belakang teologis mengapa perumpamaan dahsyat ini disampaikan.
Dimensi Pertama: Sindiran Keras kepada Orang Kafir
Ayat ini diturunkan sebagai tamparan keras sekaligus sindiran bagi orang-orang kafir. Mereka memiliki hati yang sangat keras dan enggan tersentuh oleh nasihat Al-Qur'an.
Tafsir menjelaskan bahwa sekiranya Allah menurunkan Al-Qur'an ini kepada gunung, niscaya gunung itu akan tunduk dan terbelah. Mereka akan hancur karena janji pahala dan ketakutan terhadap ancaman-Nya.

Sementara kalian, wahai orang-orang yang ditundukkan oleh kemukjizatan Al-Qur'an, justru tidak menginginkan janji-Nya. Kalian juga sama sekali tidak takut terhadap ancaman-Nya.
Dimensi Kedua: Limpahan Karunia kepada Nabi Muhammad SAW
Konteks lainnya menjelaskan bahwa ayat ini turun untuk menunjukkan besarnya kekuatan jiwa yang diberikan Allah kepada Rasulullah SAW. Memikul wahyu adalah sebuah tugas yang sangatlah berat.
Pelajaran ini seolah berkata bahwa seandainya Al-Qur'an diturunkan di atas sebuah gunung, niscaya gunung itu tidak akan kokoh. Gunung tersebut akan hancur terbelah akibat turunnya Al-Qur'an di atasnya.

Namun, sungguh Allah telah menurunkannya kepada Nabi Muhammad dan mengokohkan beliau untuk menerimanya. Hal ini merupakan bentuk limpahan karunia Allah karena telah meneguhkan beliau untuk menerima beban yang gunung pun tidak sanggup memikulnya.
Dimensi Ketiga: Pelajaran Mengenai Beban Tanggung Jawab Manusia
Dimensi ketiga ditujukan kepada seluruh umat manusia. Tujuannya adalah sebagai pengingat akan amanah besar yang mereka pikul.

Sesungguhnya ini merupakan Pelajaran bagi manusia, bahwa sekiranya Allah memberi peringatan kepada gunung dengan Al-Qur'an, niscaya mereka hancur ketakutan. Sementara itu, manusia memiliki kekuatan fisik yang lebih sedikit namun memiliki keteguhan hati yang lebih besar.
Maka manusia sanggup menunaikan hak Al-Qur'an jika ia taat, dan sanggup menolaknya jika ia bermaksiat. Hal ini karena manusia adalah hamba yang secara sadar dijanjikan pahala sekaligus dicegah dengan siksaan.

 Kesimpulan

Melihat rentetan bencana erupsi gunung berapi di Indonesia akhir-akhir ini seharusnya melunakkan hati kita yang mengeras. Gunung yang terbuat dari batuan kokoh penopang bumi saja bisa hancur terbelah karena tunduk dan takut kepada Allah.
Maka sungguh sebuah kerugian besar bagi manusia yang memiliki akal dan hati namun bersikap acuh tak acuh. Sangat disayangkan jika jiwanya tidak mau bergetar saat dibacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an di hadapannya.



No comments

Featured Post

Komik SPAB Mitigasi Bencana Sosial - Indahnya Perdamaian

  https://www.canva.com/design/DAHUpRMM3xc/c9_llBwmf32uIemdgMoyQw Panel 1  Judul: Kembalinya Tangan yang Berjabat  Dialog Fajar H.: "Ha...