Kabar Terkini

Surat Keputusan Bersama (SKB) Tujuh Menteri tentang Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial di Jalur Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal yang mengatur pemanfaatan teknologi digital dan AI mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.

 


Aturan pembagian wewenang penggunaan AI berdasarkan SKB 7 Menteri, lengkap dengan contoh studi kasus penerapannya di lapangan dalam bentuk tabel:



Jenjang PendidikanFokus Penggunaan & Target KompetensiLarangan & Batasan EtisContoh Studi Kasus di Lapangan
PAUD & SD (Dasar)

Fokus: Digunakan oleh guru untuk Adaptive Learning (identifikasi kesulitan belajar) dan simulasi motorik.



Target: Menjaga nalar empiris, fisik motorik, dan interaksi sosial organik anak.

Dilarang keras menggunakan AI penjawab instan (seperti ChatGPT/LLM Text) untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR).

Studi Kasus:


Seorang guru SD menggunakan sistem AI untuk menganalisis bahwa murid bernama Budi lebih lambat memahami matematika dasar, sehingga sistem memberi rekomendasi metode visual. Namun, Budi dan orang tuanya tidak diperbolehkan menggunakan ChatGPT untuk mencari jawaban instan tugas perkalian di rumah, agar Budi tetap melatih nalar berhitungnya sendiri.

SMP & SMA/SMK

Fokus: Alat bantu pencarian data, simulasi coding (pemrograman), dan desain grafis cerdas.



Target: Siswa menguasai Prompt Engineering (cara memberi instruksi pada AI) dan sadar akan bias algoritma.

Dilarang memuat atau mengunggah data pribadi siswa ke platform AI yang belum tersertifikasi oleh Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital).

Studi Kasus:


Siswa SMK jurusan Desain menggunakan AI (seperti Midjourney/Canva AI) untuk mencari inspirasi poster dengan memasukkan prompt teks yang spesifik. Namun, pihak sekolah melarang siswa menggunakan aplikasi pembuat avatar AI pihak ketiga yang mengharuskan mereka mengunggah foto wajah asli, KTP/Kartu Pelajar, atau nama lengkap demi melindungi data privasi mereka.

Pendidikan Tinggi

Fokus: Pengolahan Mahadata (Big Data), analisis statistik tingkat lanjut, dan rekayasa genetika/sains komputasi.



Target: Transparansi riset, kolaborasi sains manusia dan mesin, serta menjaga orisinalitas argumen akademik.

Dilarang menutupi penggunaan mesin/AI dalam riset ilmiah. Peneliti/mahasiswa wajib melampirkan AI Statement (Pernyataan AI).

Studi Kasus:


Mahasiswa S1 menggunakan algoritma AI untuk menganalisis ribuan data iklim untuk skripsinya. Saat menyusun laporan, mahasiswa tersebut wajib membuat halaman AI Statement yang mendeklarasikan: "AI digunakan murni untuk memproses data statistik dan memperbaiki tata bahasa (proofreading). Namun, hipotesis, kesimpulan, dan argumen utama adalah hasil analisis orisinal peneliti."

Manajemen Sekolah

Fokus: Meningkatkan efisiensi tata usaha, otomatisasi pelaporan dana BOS, dan rekam jejak presensi (kehadiran).



Target: Memangkas beban administrasi guru agar mereka bisa 100% fokus mengajar di dalam kelas.

Sistem server sekolah dilarang keras membagikan atau menjual riwayat wajah anak (data biometrik biologi) ke pihak ketiga. Privasi data adalah mutlak.

Studi Kasus:


Sekolah memasang sistem presensi otomatis menggunakan pemindai wajah (Face Recognition AI) agar guru tidak perlu lagi memanggil absen satu per satu di kelas. Data kehadiran langsung masuk ke laporan dana BOS. Namun, vendor IT yang menyediakan mesin tersebut dikontrak secara ketat agar tidak menyimpan atau menyalurkan data wajah siswa ke perusahaan iklan atau pihak eksternal mana pun.

Kesimpulan dari Studi Kasus di atas:

  1. Di tingkat dasar (PAUD/SD), AI adalah alat untuk guru, bukan cheat sheet (contekan) untuk siswa.

  2. Di tingkat menengah (SMP/SMA), AI adalah alat eksplorasi dan produktivitas, dengan pengawasan ketat terhadap privasi identitas anak.

  3. Di tingkat tinggi (Universitas), AI adalah mitra komputasi tingkat tinggi, di mana etika kejujuran (transparansi) menjadi poin paling krusial.

  4. Di tingkat manajemen, AI menggantikan pekerjaan administratif yang membosankan, asalkan keamanan sistem jaringan terjamin dari kebocoran data.



https://drive.google.com/file/d/1C7XUrfzqKgOx-J8u8X_FLQfgMfr0D2d4/view?usp=sharing

No comments